Meda Kawu

Meda Merilis Lagu dalam Tiga Versi Sekaligus

Penyanyi cantik dan berbakat Meda Kawu merilis single terbarunya Sendiri Tapi Tak Sepi“. Ini adalah single debutnya di tahun 2018 setelah sebelumnya Meda merilis mini album Single People in the World dan single “Hai Ayah”, kedua di tahun 2015. Single “Sendiri Tak Sepi” ini dirilis oleh Seven Music, label yang pernah menjadi rumah bagi nama-nama seperti The Fly, Alexa, Radhini dan masih banyak lagi.

Tiga tahun absen dari dunia rekaman, penyanyi yang sudah berkiprah sejak 2007 ini memberikan sesuatu yang mengejutkan. Ketimbang merilis hanya satu versi, “Sendiri Tak Sepi” dibuat dan dirilisnya dalam tiga versi sekaligus: versi rekaman, versi live dan versi electronik. Meda menjadi penyanyi pertama Indonesia yang merilis sebuah lagu dalam 3 aransemen sekaligus secara serentak.

Menyimak lebih dalam, ketiga versinya single “Sendiri tapi Tak Sepi”dari Meda Kawu ini memiliki keunikannya tersendiri.

Di versi rekamannya, suara Meda yang jernih membuat lagu yang diaransemen akustik minimalis ini menjadikan lagu ini sangat indah. Denting piano mengalir teduh dalam kanvas kontemplatifnya.

Sementara di versi elektroniknya, ambient kontemplatif makin terasa lebih kuat lagi. Di sini vokal Meda terdengar sendiri, seakan rapuh, seirama dengan judul lagunya. Namun ada bebunyian sampling drum dan bass yang memberikan nuansa kuatnya di sana. Sangat berkarakter.

Sedangkan versi livenya, alunan gitar akustik, marakas dilatari efek hembusan angin membuat lagu ini menemukan versi paling sensitifnya.

Mengemas satu lagu dalam 3 aransemen bukan pekerjaan yang mudah. Dan pastinya butuh keberanian dan kecermatan tingkat tinggi dimana itu semua dimiliki oleh Meda Kawu sebagai ‘a true artist’. Selain aransemen, lirik menjadi salah satu senjata utama dalam sebuah lagu. Bahkan baru mendengar judul lagunya saja, “Sendiri Tapi Tak Sepi” sudah mengundang pertanyaan untuk masuk lebih dalam lagi menyimak lagunya.

Inspirasi dari liburan

Menarik melihat latar belakang musisi dalam merekam karya-karya mereka. Meda Kawu mendapat inspirasi untuk merekam lagu ini secara live justru secara tidak disengaja ketika dirinya tengah liburan.

“Waktu itu niat awalnya sih cuma nemenin temen-temennya sahabat gue buat jalan-jalan ke Belitong (consider as my second home), ya kayak jadi guide. Gak mikir mau bikin sesuatu yang serius,” akunya.

Meda diajak oleh rekan-rekan yang baru dikenalnya yang hendak membuat tugas sekolah mencoba bikin live recording outdoor di pinggir pantai dan hutan. Seminggu sebelum ke Belitong, Ivan sang arranger bertanya nanya apakah Meda memiliki lagu yang mungkin bisa dipakai untuk bahan aransemennya waktu rekaman di alam terbuka.

“Gue bilang ada lah, selama 2 tahun vakum kerjaan gue ya belajar nulis lagu walau nggak banyak,” ujarnya.

Dari situlah persiapan mulai dibuat dengan waktu yang amat singkat.

“Persiapan juga nggak banyak cuma seminggu kenalan sama mereka; Ivan sang music director and arranger, Arlan sang vlogger and photographer and penyanyi, Andre sang boss, sutradara dan teman-teman lain ada musisi dan videographer yang semua berasal dari 1 company yang namanya Good Rocket, yang mana awalnya mereka adalah teman dari sahabat gue, ”ungkapnya.

“Kita menyebrang ke Pulau Lengkuas, salah satu pulau terbagus di Belitong, bawa alat-alat musik dan alat-alat rekam seadanya, kamera-kamera mirrorless, 3 laptop yang di-charge full karena rekamannya nggak pakai listrik rekamannya. Jadi kita punya waktu rekaman dan shooting 2 -3 lagu termasuk lagu yang gue tulis, ya sampe batere semua alat itu abis, kira-kira 4 jam,” kenangnya.

Namun momen yang sangat berkesan bagi Meda dalah ketika ia merekam lagu “Sendiri Tapi Tak Sepi” langsung di tengah hutan.

“Besoknya, pagi-pagi kita ke hutan di salah satu tempat wisata yang masih sepi baget di Belitong. Di alam terbuka, pinggir sungai di hutan batu mentas, gue ketemu energi lain. Suara angin, air, jangkrik dan binatang-binatang lainnya bikin gue makin ngerasa pas sama lagu gue yang judulnya ‘Sendiri Tapi Tak Sepi’ ini,” kenangnya.

“Gue berasa waktu mulai take, baris demi baris lirik berasa banget di gue sendiri. Semuanya seperti bersinergi membantu suasana take audio dan video di hutan ini berasa dalem banget buat gue,” katanya.

Ketika semuanya sudah selesai, Meda pun berpikir apabila video dan rekaman-rekaman ini bisa dibuat sesuatu yang lebih besar lagi, lebih dari sekadar tugas sekolah mereka.

“Di sini gue gue mikir paling nggak gue bisa minta untuk masukin Youtube channel gue yang udah jarang gue buka itu. Gue pengen banget rilis di youtube tuh rekaman di hutan. Penasaran, kira-kira pendengar dan penonton video itu bisa ngerasain apa yang gue rasain waktu itu nggak ya. Setinggi itu doang sih target gue sama lagu ini. Upload di Youtube,” ujarnya berharap.

Dua bulan setelahnya, Meda mulai lupa dengan rekaman tersebut. Euphoria pun mulai hilang. Tiba-tiba di suatu sore yang biasa, Ivan sang arranger menuliskan pesan di whatsapp yang membuat mimpi Meda jadi kenyataan.

“Dia bilang bahwa dia dan Arlan sekarang adalah A & R dari sebuah label. Dan mereka mau seriusin untuk signed gue dan rilis lagu ‘Sendiri Tapi Tak Sepi’ . Nggak nyangka bakal jadi seserius dan sejauh ini, mana ini lagu sudah gue gue pendam sekitar 2 tahun. Gu kaget dan bahagia karena bisa kerjasama dengan orang yang tepat.

Singkat cerita, berkembanglah karya tersebut menjadi 3 versi (Live di hutan, Studio version, dan Ambience electronic) yang akan dirilis oleh Seven Music pada November ini.

Cerita soal rekaman “Sendiri Tapi Tak Sepi” dari Meda Kawu ini membuktikan bahwa Berkarya bisa dimana dan kapan saja, bisa direncanakan ataupun tidak.

“Yang penting sih biat dulu. Lo nggak bakal nyangka bisa sejauh apa karya lo itu bisa membawa lo. Yang penting mulai aja dulu,” ujarnya.

Jika mengutip kalimat bijak dari Andre Hirata, “Berkaryalah maka karya itu akan menemukan nasibnya sendiri”, maka pengalaman berkarya Meda Kawu ini memang patut jadi inspirasi.

Nah, jika Anda penasaran, silakan menikmati single “Sendiri Tapi Tak Sepi” ini. Coba dengarkan ketiga aransemennya, versi mana yang anda sukai? Versi studio, elektronik atau akustik? Ah, mudah-mudahan ketiga-tiganya!

Tentang Meda Kawu

Imelda Margaret Kawu, lahir di Jakarta, 8 April 1978 adalah penyanyi Indonesia yang berkecimpung di warna musik folk kontemporer.

Wanita yang biasa di sapa Meda Kawu itu berkiprah di dunia musik sejak tahun 2007. Dirinya memulai karir sebagai seorang backing vokal pada Aminoto Kosin Orchestra. Ini adalah tahun-tahun penting Meda sebagai musisi. Saat bergabung dengan musisi sekaliber Aminoto Kosin, ia juga sekaligus menimba ilmu dalam bermusik dan mendalami filosofi bermusik dari guru dan mentornya yaitu Aminoto Kosin sendiri.

Pada tahun 2010, bersama dengan Aminoto Kosin, Meda memutuskan untuk memulai proses album solo yang memang sudah menjadi impiannya sejak belajar dengan sang musisi sekaligus mentornya.

Di samping merekam lagu-lagunya, Meda sendiri juga dipercaya Aminoto Kosin sebagai pengajar vokal anak di Aminoto Kosin Music School. Sementara di waktu senggang, Meda senang menghabiskan waktu mengasah kemampuannya bermain gitar dan piano.

Selain menjalani hobi dan kariernya sebagai penyanyi, Meda ternyata juga gemar membaca novel. Dari sekian banyak novel, salah satu novel yang ia gemari yaitu novel Laskar Pelangi karya penulis Andrea Hirata.

Pucuk dicinta, kecintaannya membaca novel Laskar Pelangi membawanya pada kesempatan besar yaitu bekerjasama dengan penulis favorit itu dalam sebuah project buku dan CD Laskar Pelangi Song Book di tahun 2012. Selain buku, Meda juga dipercaya sang penulis untuk merekam dan merilis album bertajuk Laskar Pelangi Song Book.

Perkenalannya dengan novel-novel Andrea Hirata juga menghantarkannya kepada single perdananya yang bertajuk “Hai Ayah”. Lagu ini diakuinya terinspirasi dari novel karya Andrea Hirata yang berjudul Ayah.

 

Diskografi Meda Kawu

Album soundtrack

Laskar Pelangi Song Book (2012, soundtack serial Laskar Pelangi)

Album mini

Single People in the World (2015)

Single

“Hai Ayah” (2015)https://www.instagram.com/medakawu/

Channel youtube : Meda Kawu

facebook : Meda.kawu

Instagram :@medakawu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *