Masih ingat dengan single “Mesin Waktu” yang dilantunkan oleh penyanyi bernama Natasha Chairani?

Yes, single yang nge-beat dan punya irama ceria ini masih sering didengar di radio-radio di Indonesia. Single yang diciptakan oleh trio musisi kaliber nasional: Lale (gitaris Maliq & D’Essentials), Ilman (keyboardis Maliq & D’Essentials) dan Nino (RAN) ini mampu melambungkan nama penyanyi cilik yang kini beranjak dewasa ini menjadi penyanyi yang mumpuni.

Dan sukses dengan single pertamanya, sang penyanyi Natasha Chairani rupanya tak ingin menunggu lama, ia kembali dengan single keduanya yang bertajuk “Nyanyian Hati”.

Pastinya, ada sesuatu yang beda antara single pertama dan kedua ini.

Pertama adalah aransemen musiknya. Ketika di “Mesin Waktu”, Natasha seolah ingin menunjukan dirinya dengan lagu yang ngebeat dan ceria, sementara di “Nyanyian Hati”, sang penyanyi ingin membawa suasana lain, suasana yang lebih menyentuh. Ini terdengar jelas dari suara lirih yang dilantunkan Natasha di lagu ini.

“Ini lagu terjujur yang pernah aku buat. Apa yang dirasa ya itu yang ditulis di lagu ini, ini memang bentuk curhat aku, “ ujar Natasha tentang lagu yang ditulisnya.

Ya, benar. Adalah Natasha sendiri yang menulis lirik dan menggubah melodi lagu ini. Meski kemampuan vokalnya sudah tak terbantahkan lagi sejak ia menjadi penyanyi cilik, namun ternyata ada bakat terpendam yang belum diketahui penyanyi ini, yaitu kemampuan menulis lagu.

Terhitung sejak SMA , Natasha mulai pelan-pelan menggurat lirik lagu demi lagu yang masih disimpannya sampai sekarang.

“Iya, udah lama disimpan sih lagu-lagu ciptaanku, cuma mulai pede pas SMA, “

Salah satu lagu ciptaan Natsaha yang pernah di release sebelumnya adalah “Kita Untuk Selamanya”. Namun lagu tersebut dibuat hanya untuk kado pernikahan sahabatnya, yakni Alyssa Soebandono & Dude Herlino, dan untuk media release nya pun hanya di Youtube.

Apa yang kemudian menjadi hal yang menarik di single “Nyanyian Hati” ini adalah proses rekamannya. Ya, proses rekaman ini tidak biasa, bahkan boleh dibilang luar biasa. Tidak butuh waktu berlama-lama di studio seperti layaknya penyanyi yang perfeksionis, di lagu ini, Natasha cukup melakukan satu kali take rekaman, dan selesai.

“Semua dilakukan secara live, hanya saya dan piano bermain tanpa metronome, satu kali take, “ tegas penyanyi yang mengidolakan Christina Aguilera sampai Celine Dion ini.

Proses rekaman yang menarik ini dilakukan Natasha dengan diringi piano yang dimainkan oleh musisi bernama Yudhistira Arianto. Siapa dia? Ia adalah mantan personil band GRUVI yang mendedikasikan dirinya sebagai musisi dan sukses bekerjasama dengan penyanyi dari Tompi, termasuk Trio Lestari. Di lagu “Nyanyian Hati” ini, Yudhis bertindak sebagai music arranger-nya.

“ide live ini hasil rembukan dari saya dengan mas Yudhis. Sebelum live, kita diskusi dulu. Disitu saya certain semua lirik yang saya tulis di lagu ini. Seperti apa musik yang saya inginkan, sampai akhirnya ide live recording itu terlontar, saya gak ragu sih, karena intinya yang paling penting adalah lagu ini adalah hati saya yang bernyanyi, “ujar Natasha.

Bisa jadi “Nyanyian Hati” yang direkam secara spontan ini patut dicatat sebagai satu dari banyak lagu yang direkam dengan proses rekaman tercepat dengan hasil yang maksimal.

Bersamaan dengan dirilisnya single “Nyanyian Hati” ini, Natasha membuat beberapa teaser dalam bentuk mini web series.

“Tujuannya untuk menjelaskan lebih jauh tentang seperti apa “Nyanyian Hati” ini. Ternyata lagu ini tidak melulu lagu yang sedih. Kita bisa hanyut dalam emosi yang berbeda saat mendengarkan lagu ini. Nah, di web series ini ditunjukkan emosi-emosi tersebut, dari galau, bahagia dan sebagainya, “ ujarnya.

Ada tiga episode yang semua bisa ditonton di Youtube channel Natasha. Jika tertarik ingin menonton silahkan klik di sini https://www.youtube.com/natashachairani

“Jadi biarkan lagu ini mengiringi komunikasi kita dengan hati. Sedih, bahagia atau perasaan apapun itu adalah petualangan kita dengan hati, “ ungkapnya.

Yang penting buat Natasha adalah bahwa ia dan lagunya bisa menemani orang dalam menjalani hidupnya.

“That’s why yang terpenting bukan seberapa laku nya lagu saya dan sebagainya, tapi berapa banyak orang yang tersentuh hatinya melalui karya-karya saya, baik dalam lagu, film dan sebagainya, “ tutupnya.

Semoga lagu “Nyanyian Hati” ini benar-benar bisa menyentuh hati para pendengar musik di tanah air.

Salam Musik Indonesia

Sekilas tentang Natasha Chairani

Lahir di Jakarta, 6 Januari 1992, dara yang satu ini dikenal sebagai penyanyi cilik. Ia memulai kariernya di usia 9 tahun dengan album Natasha di tahun 2001, album ini sukses meraih AMI Awards tahun 2001 untuk kategori Album Lagu Anak-anak Terbaik, dan tahun 2002 dengan album yang sama, Natasha sukses meraih AMI award kembali untuk kategori Penyanyi Anak Terbaik dan Album Anak Terbaik. Tidak berhenti sampai situ album Rahasia Pika Pika Kuro sukses menyabet tiga AMI awards sekaligus di tahun 2004 untuk kategori Arransement Musik Anak Terbaik, Lagu Anak Terbaik dan Album Anak Terbaik.

Di tahun 2005, Natasha ikut berkolaborasi dengan musisi dan penyanyi papan atas seperti /rif, Achmad Albar, Gigi, Audy, Baim, Bob Tutupoly dan lainnya dalam proyek bernama Indonesian Voices. Proyek ini sempat dibuatkan album kompilasi untuk amal korban bencana Aceh. Salah satu lagu yang hit adalah “Kita Untuk Mereka”

Selain penyanyi, Natasha juga sempat berkarier dalam dunia acting, ia sempat jadi bintang dalam film Tendangan Dari Langit karya Hanung Bramantyo dan film Catatan Akhir Kuliah.