Midnight Quickie adalah grup musik elektronik yang terdiri dari kolaborasi duo Disk Jokey (DJ) dengan female lead singer. Bisa jadi ini adalah grup musik pertama di Indonesia yang mencampurkan genre musik pop dan dance, dengan konsep performance yang dibawakan female vocalist secara live. Warna musik dan performance dari Midnight Quickie diharapkan melahirkan sesuatu yang baru dan sangat berbeda dengan group musik pop dance lainnya di Indonesia.

Midnight Quickie terbentuk ketika Aydra (producer, programmer) kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan studinya di Singapura. Aydra bertemu dengan Irshane (DJ) di sebuah klab malam di ibukota pada awal tahun 2012. Saat itu mereka berbincang tentang selera musik. Mereka ternyata punya visi dan misi yang sama di dalam bidang musik.

Chemistry pun terjalin dan disitulah keduanya mendapatkan ide untuk membentuk grup live DJ performance dance pop yang diiringi dengan female vocalist. Tentunya dengan semua konsep yang berbeda. Black Eyed Peas, LMFAO, Mike Posner, Katy Perry dan David Guetta adalah artis – artist besar yang menjadi influence mereka. Tak perlu menunggu, Aydra dan Irshane segera memutuskan untuk memulai masuk dapur rekaman, Mereka memproduksi sejumlah lagu yang akan dinyanyikan dalam dua bahasa. Dalam proses ini, seorang penyanyi berkarakter bernama Charita Utamy resmi direkrut menjadi personil Midnight Quickie.

Dalam proses rekaman, mereka juga berkolaborasi dengan beberapa penyanyi Indonesia muda dan berbakat, seperti Radhini, Dmust Akira, Raben dan Yumna (Local drugstore). Kini debut albumnya sudah dalam tahap proses finishing. But don’t worry, segera hilangkan rasa penasaran soal karya mereka. Karena lagu berjudul “City Lights” yang dihadirkan sebagai teaser sudah bisa di request di 400 radio di seluruh Indonesia. Single kedua mereka, “Bebas Lepas” juga tidak kalah menarik.

Single ini juga menjadi high-rotation di radio-radio di Jakarta dan kota-kota besar. Nama mereka kian populer ketika mereka mulai berkontribusi di beberapa arena scene dance/electronic di tanah air, salah satu yang terbesar adalah ketika mereka bermain di Djakarta Warehouse Project 2012. Seiring dengan gaya penampilan dan busana yang mereka pakai secara live, Aydra, Irshane dan Tamy berharap bisa melahirkan tren baru di kalangan anak muda.