Carolina Agustine Kamarie atau yang disapa Inna Kamarie adalah penyanyi berkebangsaan Indonesia. Dikenal sebagai penyanyi jazz. Meski demikian, publik musik terlebih dahulu mengenalnya dari grup vokal Dewi Dewi bentukan dari Ahmad Dhani.

Inna Kamarie memulai karier tarik suaranya dari lounge dan cafe di sekitaran Jakarta. Karena suara jazznya yang unik, Inna Kamarie sempat rekaman dan hasilnya ada di sebuah kompilasi bertajuk Indonesian Jazz Vol. 2 (2006) (featuring Beben Jazz).

Tahun 2007, Inna Kamarie masuk Dewi Dewi setelah menang dalam ajang reality show pencarian bakat bernama Dewa 19 Mencari Dewi Dewi.

Bersama Dewi Dewi, Inna Kamarie menelurkan sebuah album bertajuk Recycle + yang dirilis tahun 2007. Album ini meledak berkat dua lagu hits yaitu “Dokter Cinta” dan “Begitu Salah Begitu Benar”. Berkat dua hit ini, Album Dewi Dewi berhasil terjual lebih dari 150.000 keping pada saat itu dan memperoleh penghargaan platinum. Nama Dewi Dewi pun kian populer dari panggung ke panggung industri musik tanah air pada saat itu.

Sadar jalan hidupnya bukan di Dewi Dewi, Inna Kamarie memutuskan untuk hengkang dari grup yang membesarkan namanya. Inna Kamarie keluar pada 1 Juni 2008. Tak berselang lama, Desember 2008 Dewi Dewi pun menyatakan diri mereka bubar.

Lepas dari Dewi Dewi Inna Kamarie kembali melanjutkan perjalanan musikalnya sendiri. Inna Kamarie berhasil merilis debut albumnya pada tahun 2010 bertajuk Inna Kamarie.

Selain sebagai penyanyi, Inna Kamarie sempat tercatat sebagai sarjana komunikasi dari

Universitas Dr. Moestopo Beragama. Tepat pada 3 April 2018 kemarin, Inna Kamarie berhasil lulus sebagai sarjana dengan predikat IPK 38,5 atau Cum Laude.

Bersama Beben Jazz, suaminya, Inna mendirikan sekolah musik Beben Jazz Music Course sebagai wadah bagi siapa pun yang ingin menyalurkan bakatnya dalam bermusik. Selain itu, ia juga mendukung kegiatan sosial sang suami dalam menjalankan Komunitas Jazz Kemayoran.

Dan kini, Inna Kamarie telah merilis lagu terbarunya berjudul “Cinta Terbaik”. Lagu yang berwarna jazz dan blues ini ditulisnya dari pengalaman kisah cinta yang ia alami bersama sang suami Lagu ini menggambarkan cerita bagaimana seseorang sangat mencintai pujaan hatinya dengan setulus hati.

Boleh dibilang, Inna Kamarie mempersembahkan lagu ini khusus untuk suami tercintanya. Dengan semua cerita yang dia jalani bersama baik susah mau pun senang, sang suami selalu mensupport dia.

Di lagu ini, Inna Kamarie mencurahkan segala kemampuannya lebih dari sekadar penyanyi. Ia juga adalah penulis lagu, music arranger serta produser dari lagu ini. Meski memang dalam proses penggarapannya, ia dibantu mas Bayu Randu untuk mengisi pianonya.

Prosesnya sangat uni, awalnya Inna menulis lirik dan melodi lagunya, dari sini kemudian ia membawa ke mas Randu untuk memberikan gambaran pianonya. Diiringi piano dan vokal, Inna pun langsung membayangkan serta menulis aransemennya. Bolak-balik masuk studio, mereka-reka dan menjalin nada dan lirik, sampai akhirnya lagu yang indah ini bisa selesai direkam.

THINK Dimensi manajemen, tempat ia bernaung mendorong Inna Kamarie untuk mengeksplor kemampuan Inna baik sebagai penyanyi, music arranger sekaligus produser. Dari A- Z, Inna turun langsung menangani single ini.

Butuh waktu yang cukup lama untuk membuat lagu ini jadi dan terdengar sempurna seperti sekarang. Proses take vokalnya sendiri memakan waktu beberapa minggu untuk bisa mendapatkan feel yang kuat. Hingga beberapa kali masuk studio, sampai akhirnya Inna Kamarie mengatur waktu khusus minta ditemani suaminya meskipun hanya mendampingi saja. Dan ternyata feel yang didapat sangat luar biasa bagi Inna.

Inna Kamarie adalah penyanyi berkarakter jazz, dan selama ini dia banyak mendampingi Beben Jazz dalam bermusik sebagai suaminya , sehingga atmosfer jazz masih terasa kental di single ini. Dengan pengalaman sebagai guru vokal di Beben Jazz Course, tentu Inna Kamarie bisa lebih mudah dalam meracik musik dan vokal di single ini.

Semoga dengan single baru dari Inna Kamarie dan cerita yang disampaikannya ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi insan musik yang mendengarnya.

Selamat datang kembali, Inna Kamarie