Kita tahu bahwa sejak era milenium, perkembangan musik digital pesat terjadi, baik di dunia termasuk di Indonesia. Banyak musisi dan label yang memanfaatkan teknologi digital sebagai lahan untuk menyebarkan serta menjual musik mereka. Namun apakah dunia digital ini masih relevan sebagai ajang bisnis musik?

Kopdar Seven Music yang digelar 21 Mei 2015 di The London School of Public Relation Jakarta membahas tentang seluk beluk strategi musik digital dalam tajuk ‘Music In Digital Era’

Bertempat di Prof Dr. Djajusman Auditorium and Performance Hall Campus B, Kopdar kali ini menampilkan Morin Chandra, founder dari drm yang memang bergerak di bisnis musik digital.

Kopdar di buka dengan sapaan MC London School of Public Relations (LSPR) Radio Sharon dan Pinnesia, dilanjutkan dengan penampilan Band kampus LSPR “New Days Band” membawakan lagu Maroon 5.

Di sesi pertama, Morin Chandra Industri musik dan digital mengalami evolusi, dari bentuk yang tradisional kepemilikan musik (music ownership) yang mengarah model akses musik yang cepat dan tengah berkembang saat ini.

Konsumen dalam hal ini, para pendengar dan penikmat musik hari ini ingin sesuatu yang mereka bisa akses secara instan, real-time, dimanapun, kapan pun mereka ingin dengar.

Ini semua mengarah ke pemilihan konsumen untuk mengakses atau membeli lagu yang terbagi dalam dua model, yaitu download dan streaming. Namun jangan salah, semua itu ada nilai plus dan minus, untung dan ruginya. Untungnya adalah dengan digital. distribusi makin mudah dan less cost. Kedua, streaming memberikan fleksibilitas untuk konsumen.

Namun nilai minus atau kekurangannya adalah dengan digital, meski mudah dan less cost, at the same time, sangat sulit untuk berhasil mendapatkan keuntungan dengan cepat. Kedua, konten streaming butuh awareness yang tinggi plus faktor untung a.k.a. Big Luck agar si artis bisa dikenali dan mendapat keuntungan.

Untuk itulah strategi yang perlu diambil adalah bagaimana meningkatkan subscriber. Salah satunya dengan cara mengcover lagu-lagu yang lagi hits. Di situ harapannya adalah everyone in the world will notice you dan para musisi bisa dapat keuntungan dari awareness ini.

Di sesi terakhir, salah satu band Seven Music, DAFT tampil untuk menghibur rekan-rekan mahasiswa yang datang dengan 3 mereka, antara lain single terbaru mereka, “Skandal”, “Radio Active” (cover Imagine Dragon), serta “Tak Ada Rasa Takut”.

See you in the next Kopdar!

Salam musik Indonesia