Beragam band telah menghiasi jagat industri musik tanah air. Semua menawarkan warna-warni musik yang telah menceriakan pendengar musik tanah air.

Kaizu adalah salah satu nama yang siap bersaing dengan band-band baru yang telah terlebih dulu eksis menawarkan warna musiknya.

Band yang dibentuk tanggal 26 November 2007 ini, secara resmi memakai nama Kaizu pada 11 Februari 2016 kemarin. Digawangi oleh Mario Saskara (Gitar), Haryo Suryo Kusumo (Vokal). Muh Tauhid Paliweng (Bass) dan Dominco Whando (Drums).

Dari nama bandnya memang berbau ke jepang-jepangan, namun itu bukan berarti mereka bermain musik asal negri matahari terbit tersebut.

“Musik Kaizu adalah aransemen dari beragam warna musik yang diambil dari influence masing-masing personilnya,” ungkap Mario, yang juga merangkap sebagai co-produser musik Kaizu.

Kuartet ini mengusung modern / alternative rock sebagai warna musik mereka. Hal ini jelas nampak dalam single perdana mereka yang berjudul “Modus”.

Dari saat intro, seperti ada warna musik semacam The Smashing Pumpkins atau Goo Goo Dolls disana. Karakter vokal Haryo yang serak seakan kuat mendukung nuansa rock yang dibawa Kaizu. Harmoni antara gitar, rhythm serta sayup-sayup keyboard menambah kemasan musik yang diusung Kaizu lebih lengkap. Tidak kurang juga tidak lebih. Ada sesuatu yang ringan namun tetap bisa dicerna di telinga khalayak ramai.

Rekaman single “Modus” ini dilakukan di berbagai studio dan juga melibatkan beberapa rekan musisi di tanah air. Sesi gitar, bass dan keyboard dilakukan di Banaro Studio milik Mario di bilangan Sawangan, Depok. Take drum dilakukan di Pangson Music Studio milik Anton yang merupakan drummer dari Kerispatih. Sedangkan take vocal mereka lakukan di Chasmala Studio. Studio terakhir ini adalah studio milik musisi sekaligus produser Denny Chasmala. Terhitung beberapa artis ternama tanah air mulai dari Glenn Freddly, Beby Romeo, Once dan Ari Lasso sampai Sheila on 7 pernah merasakan rekaman di studio legendaris ini.

Dalam rekaman ini, mereka dibantu penuh oleh Adhitya Pratama, gitaris Jimmu yang dulu pernah memperkuat Element sebagai Music Producer. Bersama sang personil Mario Saskara sebagai Co-Producer, mereka berdua meramu rekaman single ini hingga rampung,

Tak hanya menjadi producer, Adhit sendiri juga yang menulis materi lirik lagu “Modus” ini. Sebuah lagu yang berbicara tentang kekecewaan karena menjadi korban cinta palsu sangat pas dengan beatnya yang bermain di tempo medium.

“Term Modus itu sendiri sering terjadi di kisah percintaan anak muda era sekarang, kita melihat banyak yang suka modus ato kena modus,“ ungkap Mario yang mengerjakan musiknya.

Dan tentunya dalam soal lirik, mereka cerdas dalam mengolah kata. Dengan melodi yang ringan, lirik yang sederhana, justru ini lah racun yang bisa membuat setiap orang yang mendengarkan lagu ini bisa langsung nempel dan hafal seketika.

 kok bisa

kok bisa bisa bisanya

kau rusak hatiku

kau rusak cintaku

gimana kalo kau jadi aku

pasti kau tau rasanya

Dan pastinya, sebuah lirik yang bagus adalah lirik yang lahir dari sebuah kejujuran dan mereka mengakui hal tersebut.

Mudah-mudahan saja dengan hadirnya single “Modus” yang dirilis oleh Seven Music Indonesia ini bisa jadi alternatif playlist bagi segenap media baik radio, cetak, televisi dan elektronik serta siapa saja pendengar musik tanah air.

Kaizu sendiri menjanjikan sebuah debut studio album yang memang sedang dalam tahap pengerjaan.

“Semoga dengan single pertama Kaizu ini bisa menjadi awal eksistensi kami di industri musik Indonesia,” tutup Mario.

Salam musik Indonesia!