Punk telah eksis di Indonesia sejak lama, mungkin sejak era 90-an ketika Green Day pertama kali main di Jakarta. Mungkin saja ketika Superman Is Dead, sebuah band punk dari Bali merilis debut albumnya lewat major label Sony Music, yang mengangkat band-band punk lain seperti Rocket Rockers asal Bandung dan Endank Soekamti dari Jogja yang kesemuanya masih eksis sampai hari ini.

Ini pula disusul dengan beralihnya musik yang dibawakan netral, band alternative rock yang kemudian menjadi band punk dan sering menyapa kota-kota kecil, bersama juga dengan band-band yang tadi sebutkan di atas tadi.

Imbasnya sudah pasti, band-band punk dari luar kota besar mulai muncul dan menjamur. Siapa sangka di kota kecil seperti Pandeglang yang berada di Banten, punya band melodic punk dengan musik yang keren.

Dibentuk 26 Februari 2010, pada awalnya mereka adalah sebuah band screamo yang terdiri dari 6 orang namun pada akhirnya beberapa personil mengundurkan diri dan hanya menyisakan 3 orang, Rony (Bass/Vocal), Reyy (Guitar/Backing Vocal) dan Banyu (Drum). Namun pada akhirnya Rony kembali beralih sebagai (Guitar/Vocal) karena Ervan Erdiana masuk sebagai (Bass/Vocal)

“Baru pada 2011 kita iseng ngejam kami pun memulai untuk nge-jam dan membawakan sebuah lagu lagu seperti Endank Soekamti, NOFX, Blink182, MXPX, dll. Dan baru lah pada di tahun itu juga kita ganti genre jadi melodic punk,” kata mereka.

Mereka pun mulai membuat lagu-lagu pertama mereka sendiri, diantaranya “Bersama Kita Bisa”, “Teman Terbaik”, “Berita Kepada Kawan (COVER)” “Stupid Of Love” dan “Semasa Sekolah”. Tak hanya membuat dan melatih, mereka pun menunjukan lagu mereka kepada orang banyak, dari panggung ke panggung, dari kota ke kota, di dari Serang, Bekasi, Garut, Bogor, Bandung sampai ke Ibukota, Jakarta.

Layaknya band punk yang jenis musiknya lebih simpel dan langsung nyangkut di kuping, serta rawan akan disukai fans fanatik, seiring dengan itu, banyak orang yang menyukai musik Private Peoplez, fans mulai tumbuh satu demi satu di tiap kota, termasuk Pandeglang, kota asal mereka.

Akhirnya mereka pun memiliki fans mereka yang juga dianggap sebagai kawan mereka yang diberi nama WARMP, singkatan dari We Are Melodic Punk.

“Kalau tanpa WARMP, kami gak akan sebesar sekarang,” aku mereka.

Pucuk dicinta, popularitas mereka berkat lagu-lagu yang mereka karang sendiri menarik perhatian Seven Music, label asal Jakarta yang pernah menaungi band-band seperti The Fly, Anima dan Alexa untuk mengontrak mereka dan merilis single mereka yang berjudul “Teman Terbaik”.

Bukan sembarang kalau lagu “Teman Terbaik” layak untuk dirilis. Lagu bertempo cepat ini punya energinya sendiri, baik sebagai audio rekaman dan dibawakan di panggung. Aroma khas gaya netral era punk kental terasa, serta irisan-irisan pengaruh awal musik mereka, dari Blink 182 dan NOFX.

Liriknya pun sangat positif, tentang teman terbaik, tentang persahabatan, persatuan tanpa melihat perbedaan, ciri khas dari punk yang mengutamakan persaudaraan dan kebersamaan.

Semoga lagu yang penuh dengan semangat kebersamaan ini bisa jadi penyemangat bagi pendengar musik tanah air.

Selamat menikmati!