Musiknya memang ngepop. Tapi mereka membungkusnya dengan nuansa reggae yang kental. Dan mereka berjanji, bahwa musik reggae pop ini bakal lebih bervariasi dan fresh lagi dengan tambahan unsur musik lainnya.

Voice Of Cicitcuit. Yup, begitu mereka mengartikan VOC yang kini menjadi “bendera” mereka untuk mengibarkan konsep musik yang diusungnya. Namun, maknanya ternyata jauh lebih dalam dari namanya yang singkat.

“Voice of Cicitcuit maksudnya adalah suara burung,” kata Pay, salah satu dedengkot VOC. “Suara burung selalu terdengar merdu bagi pendengarnya. Mau notasinya kayak apa, harmoninya seperti apa, suara burung pasti asik aja didengar. Namun, bukan berarti musik VOC gak bernotasi atau gak punya harmoni. Kita tetap menghadirkan musik kami untuk bisa dinikmati, seperti menikmati suara burung yang merdu,” tambah sang bassist ini.

Semenjak terbentuk tiga tahun silam, band yang digawangi oleh Banteng (vokal), Pay (bas, andi (perkusi, hendrick (gitar), Faat (ditar), Ceper (kbord), dmemang semakin berhasrat untuk bisa memberikan kontribusinya di scene musik lokal. Banyak karya musikal yang coba mereka ciptakan. Dan akhirnya, sebuah single berjudul Ciyus Mi Apa, dipilih VOC sebagai kendaraannya untuk melangkah di industri musik.

“Ciyus Mi Apa ini, sebuah istilah spontan yang sering diutarakan seseorang ketika dimodusin. Maksudnya ‘serius demi apa’, bener gak sih. Apa cuma modus aja nih. Gitu sih maksudnya. Cerita ini kita kemas dalam harmoni pop yang terbungkus sama nuansa reggae,” paparnya.

Dengan diriisnya lagu ini, jelas bahwa VOC berharap pada sebuah harmoni pop nan segar bagi para penggemarnya. “Dengan musik ini, kami ingin musik yang kami persembahkan bisa dterima oleh menikmat musik. Bisa menjadi pilihan baru diantara lagu-lagu yang udah ada,” tutup Pay. (ry@n)