Banyak musisi­ musisi keren dan berbakat Indonesia yang tak terdengar namanya akibat kurangnya publisitas. Padahal, promosi yang paling baik adalah melalui wawancara dengan media­media yang memiliki pasar serupa target pendengar. Berikut ini adalah 7 rahasia memberikan kesan interview yang baik:

1. Kenali sejarah karirmu!

Kalau masih harus bertanya pada sang Manager atau berpikir cukup lama tentang kamu pernah manggung di gigs besar apa, berarti kamu belum siap diwawancarai. Sebab, tujuan sebuah interview adalah agar para fans dapat mengenalmu sebagai idolanya lebih jauh lagi. Bagaimana mereka bisa mengenalmu kalau kamu bahkan lupa kapan band­mu terbentuk?

2. Jadi dirimu sendiri!

Tidak ada yang suka orang sombong. So, jangan bersikap arogan terhadap media. Mereka bisa mencari musisi lain untuk diwawancarai, tapi kamu butuh sebanyak­banyaknya media untuk memuat tentangmu sebagai promosi

3. Jangan buang ­buang waktu!

Banyak pewawancara yang menyenangkan diajak ngobrol, hingga kadang musisi suka terbawa suasana dan malah membicarakan hobi pribadi, atau hal­hal yang sama sekali tidak relevan dengan topik. Akhirnya, ketika mereka harus menulis artikel tentangmu, mereka malah kekurangan informasi yang penting.

4. Jangan mudah terpancing!

Sebelum diwawancara, pastikan kamu tahu apa yang boleh dan tak boleh diutarakan ke publik. Jangan sampai si media malah memanfaatkan kamu untuk menggalo gosip­gosil yang mendiskreditkan citramu sebagai musisi.

5. Singkat, tepat, padat!

Jawab setiap pertanyaan tanpa bertele­tele. Semakin efektif bahasa yang kamu gunakan, akan semakin banyak informasi yang kamu sampaikan. Jangan berdongeng hanya untuk menyampaikan sebuah poin sederhana.

6. Jangan gosip!

Semua media sangat tertarik dengan gosip, jangan sampai kamu menggunakan sebuah kesempatan wawancara untuk menjelek­jelekkan teman se­band atau label yang menaungimu. Meskipun mereka berjanji tidak memasukkannya dalam artikel, jangan percaya. Media pintar bohong soal ini.

7. PeDe aja lagi!

Hey, kamu itu bintang! Media meminta waktumu untuk sebuah sesi wawancara, jadi jangan pernah bertingkah yang menunjukan kesan sebaliknya. Kamu gak perlu minta maaf jika salah bicara, atau berulang­ulang mengucapkan terimakasih atas kedatangan mereka. Selama kamu sopan, itu sudah cukup, tak perlu merendahkan diri sendiri.

Sumber: http://blog.discmakers.com/2015/06/how­to­give­a­good­interview/